Chatting

Konselor 1:
Konselor 2:
Konselor 3:
Admin:

Login

Tidak ada anggota yang online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini0
mod_vvisit_counterKemarin61
mod_vvisit_counterMinggu Ini0
mod_vvisit_counterBulan Ini408
mod_vvisit_counterSeluruhnya26693

Newsletter

Dapatkan renungan Firman Tuhan dan artikel lainnya dari kami dengan berlangganan newsletter. GRATIS!






Benih (1) PDF Cetak E-mail

Benih – Tanah – Musim (1)

(Seed-Soil-Season)

Kunci kesuksesan dalam kehidupan ini adalah jikalau seseorang menjadi orang yang tepat pada bidang dan berada tempat yang tepat serta pada waktu yang tepat.

(Joshua Guana Tandjung)

Hikmat adalah kunci keberhasilan

Firman Tuhan bukan sekedar sebuah buku yang bercerita tentang sorga di alam tidak kelihatan, melainkan menyingkapkan rahasia kehidupan dibumi. Melalui kebenaran yang disingkapkan akan memampukan seorang untuk menemukan keberhasilan dalam hidup ini.

Itulah sebabnya TUHAN menasehati Yosua untuk merenungkan firmanNya siang dan malam.

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yosua 1:8)


Mengapa? Karena melalui firman-Nya kita menemukan kekayaan hikmat yang dibutuhkan untuk mengarungi sebuah perjalanan hidup di bumi ini. Raja Salomo dalam hikmatnya ia melihat bahwa kunci kesuksesan adalah menemukan dan memiliki hikmat !


Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat. - But wisdom brings success (Pengkhotbah 10:10)

 

Salah satu keping kebenaran-Nya mengajarkan kepada kita semua sebuah rahasia kehidupan tentang sebuah transformasi kehidupan, bagaimana sebuah benih bertransformasi menjadi pohon yang menghasilkan buah. Sebuah biji tidak secara otomatis mencapai bentuk optimal menjadi sebuah pohon yang menghasilkan buah. Ada sebuah persyaratan dan keadaan yang membuat sebuah biji mengalami  transformasi dari sebuah biji yang kecil menjadi pohon tinggi dan menghasilkan buah.


Kehidupan adalah sebuah anugerah dari Bapa, dan anugerah-Nya diberikan dalam sebuah benih atau potensi bukan sebuah pohon yang berbuah atau hasil. Bapa - Pencipta yang agung, memberikan kehidupan kepada anak manusia dalam bentuk potensi atau benih dan menyingkapkan kebenaran–Nya yang akan membawa benih diubah menjadi pohon yang berbuah. Bagian Tuhan adalah memberikan benih dan kebenaran-Nya sedangkan bagian anak manusia adalah melakukannya hingga memperoleh hasilnya.

Sebagai gambaran, sebuah benih ia harus mengalami jatuh ke tanah dan pecah kulit bijinya agar kehidupan didalam biji menemukan “jalan keluarnya”  selanjutnya ia perlu berada di tanah yang baik, dan untuk menghasilkan buah pada musimnya.


Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

(Mazmur 1:3)


Selanjutnya, kita akan belajar satu persatu dari setiap elemen kehidupan ini.

 

Seed – Benih

Saya ingin berkisah tentang kisah tiga biji yang berasal dari jenis yang sama, namun berakhir dengan nasib yang berbeda.

Benih yang pertama, disimpan dalam sebuah topless yang kering dan tertutup rapat sehingga terlindung dari keadaan luar. Benih yang keduadiberikan kepada seorang ahli bonsai dari negeri Jepang, sedangkan benih ke tigaditanam di hutan lindung di Amerika utara.

Karena mereka berasal dari jenis dan pohon yang sama, tentunya mereka memiliki potensi yang sama. Namun seiring dengan berjalannya waktu  yang adalah mata uang kehidupan, mereka telah sampai kepada keadaan yang berbeda.

Apa yang terjadi dengan ketiga benih yang berasal dari pohon yang sama ?

Benih pertama yang disimpan dalam topless yang tertutup ternyata tidak mengalami perubahan apa-apa, sekalipun puluhan tahun telah berlalu.

Sedangkan benih kedua, ditanam oleh ahli bonzai dan bertumbuh menjadi sebuah pohon yang tingginya ”hanya” belasan centimeter.

Yang terakhir adalah benih yang ditanam di sebuah hutan lindung dan bertumbuh menjadi pohon dengan ketinggian 110 meter dengan lingkar batang 26 meter (konon di sana ada pohon yang dinamakan ”Jendral Sherman” yang mencapai ketinggian tersebut)

Benih hanya bertransformasi dengan sebuah persyaratan tertentu.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yohanes 12:24)

Anugerah kehidupan yang diberikan Sang Khalik adalah sebuah potensi, hanya hidup yang dipersembahkan yang akan mengalami transformasi, sebagaimana lima potong roti ditangan Kristus dimultiplikasi menjadi lima ribu  dan tersisa dua belas bakul. Demikian halnya Tuhan memultiplikasi hidup yang dipersembahkan bukan yang dipertahankan

 

Banyak benih tinggal tetap menjadi benih, kecuali ia rela jatuh ketanah dan mati, sebuah benih – seed akan mengalami transformasi ketika bertemu dengan tanah – soil.

Mengapa banyak kehidupan yang biasa dan tidak mengalami sebuah progress apapun sekalipun tahun demi tahun telah lewat.

Jawabannya karena mereka menggenggam erat-erat, hanya hidup yang di dedikasikan dan dipersembahkan yang akan memberi "jalan keluar" potensi yang ada didalamnya untuk keluar dan mencapai wujud sebenarnya.

Hanya biji yang bersedia jatuh ketanah dan mati yang mengalami transformasi menjadi tanaman.

 

Soil – Tanah

Unsur yang kedua adalah tanah, benih yang ditanam di tanah yang berbeda atau di ketinggian yang berbeda akan menghasilkan hasil yang berbeda. Kristus mengajarkan sebuah kebenaran melalui perumpamaan ini.

 

Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" (Matius 13;3-9)


Artinya benih yang baik bahkan bersedia jatuh ketanah pun tidak cukup, sebab jika ia jatuh ketanah yang salah, maka ia tidak mencapai wujud yang seharusnya. Dalam realita, kita melihat banyak mereka yang punya potensi, bakat dan berkeinginan untuk berhasil namun tidak menjumpainya, sebab mereka berada di tempat yang salah, Bahkan beberapa diantara mereka  layu sebelum berkembang. Jawabannya, mereka tidak berada di tanah yang tepat. Tanaman bunga eldelwys tidak pernah tumbuh dan hidup bila ditanam di dataran rendah, sebaliknya pohon mangga tidak pernah dapat bertahan hidup di negara yang memiliki empat musim.

 

Kerusakan Keluarga Lot

Apa yang terjadi dalam kehidupan Lot, adalah sebuah contoh pemilihan tempat yang salah. Ketika Lot diberikan kesempatan oleh Abraham memilih ke kanan atau ke kiri. Ia melihat lembah Yordan yang sbur dan menjanjikan kemakmuran secara jasmani.

Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."

Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. -- Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora.

(Kejadian 13:9-10)

 

Lot memilih hanya berdasarkan apa yang ia lihat dengan mata jasmani, akhirnya Lot memilih untuk hidup di kota Sodom yang sarat dengan dosa dosa yang keji.

Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah. Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.

(Kejadian 13:11-12)


(bersambung)

 

Salam Kehidupan.....

 

 
Komentar (0)Add Comment

Tulis komentar
Anda harus login sebelum menulis komentar. Silahkan daftar jika anda belum mempunyai keanggotaan.

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Search

Agenda Kegiatan

Maaf, tidak ada agenda yang ditampilkan

Info Suara Kehidupan

Call Center
Bagi Kamu-kamu yang lagi punya masalah, bingung akan tujuan hidup, putus asa, patah hati,   yah... intinya pengen curhat, ayo segera hubungi 031-5967000 atau kamu  bisa juga email ke: konselor.suarakehidupan@yahoo.comato langsung ingin curhat lewat chatting, klik menu chatting di sebelah kiri km dengan alamat YM:  konselor.suarakehidupan@yahoo.com; konselor1.suarakehidupan@yahoo.com;dan konselor2_suarakehidupan@yahoo.com... SEGERA add kami dan ada banyak konselor yang akan melayani kamu..   Salam Kehidupan....

Ayo kirim artikel dan Kesaksian Anda...!!
Salam... Sahabat Kehidupan, mari kirim Artikel dan Kesaksian anda. Caranya: Daftarkan diri anda    menjadi member Suara Kehidupan. Maka Anda bisa mengirimkan cerita, kesaksian atau artikel anda. Info lebih lanjut, hubungi: 031-5939201 Cp. Tata. Salam Kehidupan...

Produk Kami

True Life vol. 1
True Life vol. 1
Rp 50000
Beli Produk


True Life vol. 2
True Life vol. 2
Rp 50000
Beli Produk


The Season of Life
The Season of Life
Rp 20000
Beli Produk


Pemenang Kehidupan
Pemenang Kehidupan
Rp 25000
Beli Produk


Anda Seorang Pemberi Atau Pengambil?
   Anda Seorang Pemberi Atau Pengambil?
Rp 30000
Beli Produk


Bapa Berikan Jubah Itu Kepadaku!
Bapa Berikan Jubah Itu Kepadaku!
Rp 20000
Beli Produk


Kebenaran - 5W+1H
Kebenaran - 5W+1H
Rp 20000
Beli Produk


Jajak Pendapat

Menurut anda bagaimana tampilan situs web ini?