Dapatkan renungan Firman Tuhan dan artikel lainnya dari kami dengan berlangganan newsletter. GRATIS!
Benih – Tanah – Musim (2)
(Seed Soil Season)
Kunci kesuksesan dalam kehidupan ini adalah jikalau seseorang menjadi
orang yang tepat pada bidang dan berada tempat yang tepat serta pada waktu yang
tepat.
(Joshua Guana
Tandjung)
Soil – Dimana anda berada ?
Kerusakan Keluarga Lot
SelanjutnyaLot dan sekeluarga
tinggal di Sodom yang sarat dengan dosa dan kekejian. Ketika TUHAN mengutusdua malaikat untukmenyelamatkan keluarg Lot. Penduduk Sodom
mendatangi rumah Lot dan mendesak Lot untuk menyerahkan ke dua malaikattersebut untuk diperkosa. Mereka melakukan
praktekdosa homoseksual dan tertarik
melihat penampilan kedua malaikat. Apa yang dilakukan sungguh mengejutkan saya, sekalipun ia bermaksud “membela” kedua malaikat dari kekejian
penduduk Sodom. Lot bermaksud menyerahkan ke dua anak gadisnya untuk
diperkosaoleh gerombolan orang orang
dursila.
Lalu keluarlah Lot menemui
mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya, dan ia berkata:
"Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat.
Kamu tahu, aku mempunyai
dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka
kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang
baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang
untuk berlindung di dalam rumahku." (Kejadian 19:6-8)
Saya tidak dapat membayangkan nilai moral macam apakah yang dimiliki
Lot, sehingga bermaksud menyerahkan anak gadisnya kepada mereka. Dalam perjalanan mereka keluar dari kota Sodom, seisi keluarga Lot
dengan istri dan kedua anaknya disertai oleh malaikat. Istri Lot telah menjadi seorang yang terikat dan mencintai harta, dan
menoleh kebelakang karena teringat hartanya, sekalipun telah diperingatkan oleh
malaikat. Akibatnya sangat fatal…..
Tetapi isteri Lot, yang
berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. (Kejadian
19:26)
Lot dan kedua anak gadisnya yang selamat dari kehancuran Sodombermalam disebuah gua dipegunungan. Kedua anak gadisnya melakukan sebuahtindakan yang tidak masuk nalar, namun itulah kenyataannya. Mereka
membuat ayah kandungnya sendiri mabuk dan mereka mengajak ayahnyabersetubuh dengan mereka.
Marilah kita beri ayah
kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan
dari ayah kita." (Kejadian 19:32)
Kerusakan moral Lot dan seisi keluarganya
disebabkan karena mereka tinggal di tempat yang salah.Keadaan Lot dan keluarganya tidaklah sama
apabila mereka tidak tinggl di kota Sodom yang sarat dengan dosa dan kekejian. Kisah tersebut adalah sebuah gambraan
alegoris.Tentu saja yang dimaksud tidaklah semata mata tempat secara geografi
melainkan sebuah dimensi atau bidang pekerjaan.
Mengapa Yonathan mati ?
Kisah Yonathan adalah kisah yang menyedihkan,
Pernahkah kita merenungkan kenapa dan mengapa Yonathan harus mati? Bukankah ia
seorang yang tulus dan berpihak kepada Daud, orang yang diurapi Tuhan menjadi
raja Israel menggantkan Saul, ayahnya.
Ketika ia bertemu dengan Daud, maka tertambatlah
jiwanya kepada Daud dan Yonatan mengasihi Daud seperti jiwanya sendiri.
Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan
jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
(1 Samuel 18:1)
Ia juga menolong Daud dari kemarahan Saul, ayahnya
dengan memberi tanda anak panah, dari sana Daud memutuskan untuk melarikan
diridan tinggall di pegunungan. Ketika Daud di Koresa, Yonatan sempat mengunjungi
dan menguatkan hati Daud, bahkan dalam ketulusannya ia menerima apa yang
ditetapkan TUHAN atas Daud bahwa Daudlah yang akan menjadi raja menggantikan
ayahnya.
maka bersiaplah Yonatan, anak Saul, lalu pergi kepada Daud di Koresa. Ia
menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah dan berkata kepadanya: "Janganlah
takut, sebab tangan ayahku Saul tidak akan menangkap engkau; engkau akan
menjadi raja atas Israel, dan aku akan menjadi orang kedua di bawahmu. Juga
ayahku Saul telah mengetahui yang demikian itu."
(1 Samuel 23:16-17)
Lebih dari itu, ia tahu bahwa ia akan menjadi orang
kedua Daud dalam pemerintahan yang akan datang. Namun sekali lagi, Yonatan memilih kembalike rumahnya, bukan tinggalbersama Daud dalam pelariannya.
Kemudian kedua orang itu mengikat perjanjian di hadapan TUHAN. Dan Daud
tinggal di Koresa, tetapi Yonatan pulang ke rumahnya. (1 Samuel 23:18)
Bagaimana kisah hidup Yonatan selanjutnya ?
Sementara itu orang Filistin berperang melawan orang Israel. Orang-orang
Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin dan banyak yang mati terbunuh
di pegunungan Gilboa.Orang Filistin terus mengejar Saul dan anak-anaknya dan menewaskan Yonatan,
Abinadab dan Malkisua, anak-anak Saul. (1 Samuel 31:1)
Mengapa Yonatan mati ? Bukankah ia seorangyang tulus dan benar. Sekalipun ia anak Saul namun hatinya dipihak Daud. Kesalahan Yonatan adalah tinggal di tempat yang
salah, seharusnya ia berada bersama sama Daud dalam pelarian dan penderitaan,
bukannya dibawah kepemimpinan ayahnya Saul. Daud menangisi kematian Yonatahn sahabatyang mengasihinya.
Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati
terbunuh di bukit-bukitmu. Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah
kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan.
(2 Samuel 1:25-26)
Season – Di musim apakah kita berada ?
Melalui hikmat yang ia terima dari TUHAN, Salomo
banyak menyingkapkan, banyak rahasia kehidupan melalui kitab Amsal dan
Pengkhotbah. Salah satunya ia mengajarkan bahwa hidup adalah
sebuah musim !
Untuk segala sesuatuada masanya, untuk apapun dibawah langitada waktunya
To everything there is a season. A time for every purpose under heaven.
(Pengkhotbah 3:1)
Hidup bukanlah sekedar sebuah perjalanan waktu yang linier, melainkan
bagaikan sebuah miusimdemi musim. Kunci keberhasilan dalam hidup ini adalah memahami waktu kehidupan dan
bertindak sesuai dengan musimnya. Orang orang yang bijaksana adalah mereka yang memahami waktu kehidupan. Itulah sebabnya Musa dalam doanya, minta untuk memahami waktu kehidupan.
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh
hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)
Ketika dalam masalah, Raja Ahasyweros meminta
nasehat kepada orang orang yang bijaksana, adalah mereka yang memahami waktu
dan masa.
Maka bertanyalah rajakepada
orang orang arif bijaksana, orang orang yang mengetahuikebiasaan zaman (the wisemen who understood
the times- orang bijaksana yang memahami tentang waktu) (Esther 1:13)
Demikian halnya bani Isakhar adalah orang orang yang memahami tentang
waktu waktu yang baik, sehingga orang Israel mampu bertindak dengan tepat dan
mendapat kemenangan dalam peperangan.
Dari bani Isakhar
orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga
mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel (1 Tawarikh 12:32a)