|
Memberi
– Pintu anugerah kehidupan (1)

Kehidupan bagaikan aliran air,
ketika bergerak, ia akan menghasilkan energi listrik dan ketika ia mengalir membasahi tempat-tempat yang
kering, disana kehidupan
dihadirkan. (Joshua Guana
Tandjung)
Tiga Pillar Ibadah
Kitab Yesaya pasal 58, memiliki judul ”Kesalehan palsu dan
sejati” TUHAN menunjukkan apa yang
menjadi dosa umatNya. Secara tampak luar mereka suka mencari TUHAN dalam doa dan rajin melakukan puasa. Memang setiap
hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa
yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka
menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap
Allah, (Yesaya 58:2)
Namun mereka mendapati kehidupan mnereka tidak berbuah dan doa-doa mereka
tidak dijawab. Tanyanya:
"Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa
kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?"
Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu
mendesak-desak semua buruhmu. (Yesaya 58:3)
TUHAN memberikan jawaban,
mereka memang telah berdoa dan berpuasa, namun mereka kehilangan satu pilar ibadah yang penting adalah memberi! Ditengah-tengah ketekunan
mereka melakukan doa dan puasa mereka kehilangan kepedulian kepada sesama yang
menderita dan kekurangan. Itulah
sebabnya TUHAN tidak menjawab doa-doa mereka.
Saya menemukan sebuah
ibadah yang benar akan memiliki tiga pilar ibadah yaitu berdoa, berpuasa dan memberi. Dalam khotbah dibukit, Yesus mengajarkan tiga
pilar ini, ketiganya dilakukan bukan untuk dilihat orang.
Hal Berdoa
Tetapi jika engkau berdoa,
masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada
di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan
membalasnya kepadamu. (Matius 6:6)
Berpuasa
Tetapi apabila engkau
berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh
orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di
tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya
kepadamu." (Matius 6:17-18)
Memberi
Hendaklah sedekahmu itu
diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan
membalasnya kepadamu." (Matius 6:4)
Ketiga pilar ibadah tersebut, bagaikan tali tiga utus yang dipilin dan menjadi satu
dan terbentuk tali yang kuat. Tali tiga lembar tak mudah
diputuskan. (Pengkhotbah 4:12b)
Apakah memberi ?
Memberikan sebagian milik kita - Giving
Hal yang paling gamblang dan
jelas adalah memberikan sebagian milik dalam bentuk materi kepada mereka yang
membutuhkan. Banyak kita mendapat gambaran,
bahwa kehancuran Sodom dan Gomora disebabkan oleh dosa immoralitas yang mereka
lakukan, khususnya dosa sexual. Hal itu memang benar, namun kota Sodom dan
Gomora dihancurkan oleh TUHAN bukan
hanya disebabkan dosa immoralitas, melainkan juga karena ditengah segala
kelimpahan yang mereka miliki, mereka tidak mempedulikan orang-orang miskin dan
sengsara. Tidak dikatakan mereka berbuat jahat kepada orang-orang itu,
melainkan mereka tidak mempedulikan! Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan,
makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada
anak-anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan
miskin. (Yehezkiel 16:49)
Banyak orang mengira ia hidup
dalam kasih karena ia telah ”berhasil”
tidak membenci, dengan tidak membenci
siapapun, tidaklah berarti kita hidup dalam kasih. Hidup dalam kasih, bukanlah tidak membenci orang
lain melainkan memiliki kepedulian,
sebab lawan dari kasih bukanlah kebencian, melainkan ketidakpedulian!
Mengampuni - Forgiving
Ketika murid-muridNya meminta
untuk diajar berdoa, Tuhan Yesus mengajarkan sebuah doa kepada murid-muridNya
yang kemudian hari dikenal dengan nama Doa
Bapa Kami! Ketika saya mengamati,
hal yang diulang oleh Tuhan dua kali,
sementara yang lain hanya sekali, adalah pengampunan! "dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang
yang bersalah kepada kami;" (Matius 6:12). Yang menyentuh hati saya,
sekalipun Tuhan telah mengakhiri doa tersebut dengan kata amin. "dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari
pada yang jahat. [Karena
Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.
Amin]." (Matius 6:13). Namun seolah Tuhan tetap ingin ”melanjutkan” doa itu dengan mengingatkan sekali
lagi tentang hal pengampunan.
"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan
mengampuni kamu juga.Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga
tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15)
Pengampunan dalam bahasa
inggrisnya – Forgive, yang kurang
lebih memiliki arti ”memberi sebelum
orang lain melakukan”. Jadi pada hakekatnya,
mengampuni adalah kesediaan untuk memberikan sesuatu kepada orang lain,
kesediaan membebaskan orang lain dari kesalahannya.
Mengucap syukur - Thanksgiving
Kata mengucap syukur dalam bahasa inggrisnya adalah
thanksgiving, artinya memberi terima kasih. Dalam pembacaan kitab mazmur
pasal 50, judulnya adalah Ibadah yang sejati, salah satu perkara yang
dikehendaki Tuhan adalah mengucap syukur. Persembahkanlah syukur sebagai
korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! Berserulah kepada-Ku pada
waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.
(Mazmur 50:14-15). Kisah diatas hanyalah salah
satu kisah dari banyak kesaksian, bagaimana ketika seseorang membangun pillar memberi dalam ibadah, maka kuasa
doa menjadi nyata. Bahkan para ahli pengembangan diri, memahami kekuatan dan
pengaruh sikap positif dalam kehidupan manusia, dikatakan Attitude is a small thing, but can make a big
differences - Sikap adalah sesuatu hal
yang kecil, tetapi dapat menciptakan perbedaan yang besar. Konon penelitian di Universitas Harvard USA, membuktikan sikap manusia sangat
mempengaruhi kesuksesan dan kebahagiaan hidupnya. Mereka menyimpulkan bahwa 85
% kesuksesan dari seseorang dipengaruhi oleh sikap. Sedangkan kemampuan atau keahlian teknik
hanya berperan pada 15% sisanya.
Menyembah – Worshipping
Salah satu tokoh pemuji dan
penyembah yang terkenal adalah Raja Daud, banyak tulisan yang terinspirasi dengan cara dan hati Daud
dalam menyembah Tuhan. Ketika saya mempelajari hidup Daud, saya tercenggang,
karena saya mendapati bahwa dia menjadi seorang penyembah yang luar biasa bukan
hanya karena ia memiliki pengurapan bermazmur.
Daud telah menjadi penyembah
sejati karena ia membawa persembahan kepada TUHAN, ia adalah seorang Pemberi,
sebab pada hakekatnya seorang Penyembah sejati adalah seorang Pemberi! Kerinduan Raja Daud untuk
membangun Bait Suci bagi Tuhan, sekalipun bukan dia yang membangun dan menyelesaikannya, namun semua tata cara
ibadah serta persiapannya, Daud yang merancang dan menyiapkan. Untuk persiapan pembangunan Bait Suci, Daud
memberikan emas kepunyaannya sendiri, dalam bahasa inggrisnya disebutkan, my own special treasure of gold and silver,
artinya harta simpanan pribadinya. Lagipula oleh karena cintaku
kepada rumah Allahku,
maka sebagai tambahan pada segala yang telah kusediakan bagi rumah kudus, aku
dengan ini memberikan kepada rumah Allahku dari emas dan perak kepunyaanku
sendiri tiga ribu talenta emas dari emas Ofir dan tujuh ribu talenta perak
murni untuk menyalut dinding ruangan, yakni emas untuk barang-barang emas dan perak untuk barang-barang perak dan
untuk segala yang dikerjakan oleh tukang-tukang. Maka siapakah pada hari ini
yang rela memberikan persembahan kepada TUHAN?"( 2 Taw 29:3-5)
(Bersambung)
|