Dapatkan renungan Firman Tuhan dan artikel lainnya dari kami dengan berlangganan newsletter. GRATIS!
Benih – Tanah – Musim (3)
(Seed Soil Season)
Kunci kesuksesan
dalam kehidupan ini adalah jikalau seseorang menjadi orang yang tepat pada
bidang dan berada tempat yang tepat serta pada waktu yang tepat. (Joshua Guana
Tandjung)
Hidup adalah sebuah musim
Sebagian orang telah melakukan dengan baik di jalur yang benar, namun
menjadi tidak maksimalkarena ia tidak
melakukan pada waktu yang tepat. Sebagaimana yang ditemukan oleh Salomo, Life
isseason – Hidup adalah sebuah musim. Untuk segala sesuatuada masanya, untuk apapun dibawah langitada waktunya. To everything there is a season. A time for
every purpose under heaven. (Pengkhotbah
3:1)
Salah satu hal
yang dibutuhkan oleh umatNya adalah menerima dan menangkapjeritan Tuhan untuk generasi saat ini dalam
pergumulan zaman ini. Tuhan berkenan kepada Daud karenaia melayani generasinya, ia melakukan
kehendak TUHANpada zamannya. Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada
zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia
memang diserahkan kepada kebinasaan. For David, after he had served his own generation by
the will of God, fell asleep, was buried with his fathers, and saw
corruption:(Kisah 13:36)
Apa yang ia sampaikan adalah berita dan kehendak Tuhan untuk generasi saat
ia hidup. Salah satu kunci keberhasilan dalamhidup ini adalah orang bertindak menurutwaktuNya.Itulah sebabnya orang-orangbijaksana adalah orang-orangyang memahami waktu kehidupan. Maka bertanyalah rajakepada orang-orang arif bijaksana, orang-orang yang mengetahuikebiasaan zaman (the wisemen who understood
the times- orang bijaksana yang memahami tentang waktu) (Esther 1:13).
Memahami waktu kehidupan
Mengapa TUHAN mengajakumatNya untuk
belajar dari semut? Sebab TUHANmenaruh hikmat ilahi
yang tersembunyi dalam kehidupan semut, seperti tertulis dalam salah satu
firmanNya. ”Tetapi bertanyalah kepada
binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka
engkau akan diberinya keterangan. Atau bertuturlah kepada bumi, maka engkau
akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu (Ayub
12:7-8). Pelajaran apa yang dapat kita peroleh dari kehidupan semut? Mari kita simak
salah satu kebenaranNya.
Hai pemalas,
pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak; biarpun tidak ada
pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyedia kan rotinya di musim
panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. (Amsal 6:6-8)
Sepintas adalah hanyalah ajakan untukkeluar dari kemalasan, namun mari kita masukkedalam lapisan yang lebih dalam. Mengapa
semut tidak menunda-nunda waktu dan tidak perlu diawasiatau dipaksa oleh pemimpinnya. Mengapa mereka
sanggup bertindak secara proaktif untuk mengumpulkan makanan. Jawabannya,semut adalah sekalipun kecil dan lemah namun mereka memahami
musim kehidupan, mereka mengumpulkan makanan pada musim panas. Apabila ia menunda-nunda waktu, sebab
dimusim dingin tiba, mereka tidak memiliki kesempatan lagi. Sebagaimana halnya musim dingin dan panas, mereka datang dan pergi,
demikian halnya dengan musim kehidupan. Mereka yang memahami akan bergeraktanpa menunda-nunda lagi serta bertindak
sesuai dengan musim yang ada.
Melangkah
tidak pada musimnya
Hari-hari ini kita melihat sebuah kemabukan sensualitas ditengah-tengah
generasi muda. Pronografi di internetadalah salah satu contoh, betapa mudahnya seorang remaja mengakses hal-hal
yang tidak seharusnya ia lihat. Saya mendengar keluhan para orang tua yang anak-anaknya
tidak dapat menahan diri untuk berpacaran sekalipun mereka masih dibangku SMP. Berpacaran bukanlah hal yang salah, bahkan sesuatu yang indah, namun jika
semuanya dilakukan menurut kehendakNya dan pada waktuNya. FirmanNya mengajarkan bukanlah pacaran melainkan bertunangan, artinya berpacaran bukanlah sekedar mengisi kesepian atau kekosongan,
melainkansebuah proses persiapan menuju
jenjang pernikahan.
Saya bertemu seorang perempuan di bangku SMP. Anaknya pendiam namun tanpa
diketahui oleh teman-temannya, ia berpacaran dan hamil diluar nikah. Saya
melihat kisah kehidupan yang menyedihkan, ia kehilangan seluruh masa mudanya
dan kehidupan di sekolah bersama teman-temannya. Ia harus keluar dari sekolah dan
menjalani kehidupan seorang ibu rumah tangga sekalipun ia baru berumursekitarlima belas tahun. Masalahnya yang terjadi, ia telah melanggar musim kehidupan. Saat itu ia
masih di bangku SMP, masa tersebut bukanlah masa untuk berpacaran atau menikah
melainkan masa untuk sekolah dan menimba ilmu dan bergaul sebagai remaja pada
layaknya. Kita melihat ketika seorang bayi harus dilahirkan sebelum waktunya,maka ia mengalami banyak kesulitan yang tidak
ia alami apabila ia lahir dengan normal.
Sebaliknya ketika seorang bayi tidakkeluar dari rahim ibu setelah sembilan bulansepuluh hari, maka ia akan mati dalam perut
ibunya, Air ketuban yang sebelumnya menjadi pelindungnyajustru menjadi racun yang membunuhnya. Mereka
yang berjalan menurut musimnyaakan
mengalami banyak kesulitanbahkan
kehancuran. Lihatlah apa yang diajarkan firmanNya kepada kita,
Siapa mengumpulkan
pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.(Amsal 10:5)
Musim panas dan panen adalah waktunya bekerja dan memanen, mereka yang
tidur di masa yang penuh dengan hasil panen akan mendapatmalu.
Ketika musim berganti
Hidup adalah sebuah musim, saat yang menentukan dalam kehidupanini adalah ketika musim kehidupan sedang
berganti. Banyak mereka tersandung sebab tidak menyadari keberadaannya (Joshua
Guana Tandjung)
Hubungan orang tua dengan anaknya adalah sebuah hubungan yangbertumbuh menurut musimnya. Saat anak masih
kecil, ia sepenuhnya dalam naungan dan pengaruh orang tuanya. Namun saat ia
memasuki remaja, orangtua tidak dapat
lagi meminta mereka sesuatu tanpa penjelasanatau alasan yang dapat mereka terima. Saat remaja mereka mencari sebuah jati diri. Seorang ibu atau ayah tidak
dapat masuk ke kamar anaknya yang telah remaja dan memeriksa semua barang
kepunyaannya, hal itu akan menyinggung privasinya. Saatanak kita menjadi remaja, mereka ingin
dihargai sebagai seorang pribadi yang dihargai. Akhirnya tibalah masa mereka memasuki jenjang pernikahan, saat itu berlaku
sebuah hukum kehidupan yang diajarkan oleh firmanNya. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan
isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. (Efesus 5:31)
Banyak konflik terjadiantara mertua
dan menantuperempuan, karenasaat musim kehidupan telah tiba sang ibu
tidak dapat menerimanya. Si anak yang telah dibesarkan bertahun-tahun dan
dikasihinya, seolah menemukan ”orang lain” yang lebih dicintainya.Namun firmanNya telah mengajarkan kita,ketikaseorang laki-laki menjadi dewasa dan menemukan teman hidupnya. Saat itulah musim
kehidupan yang baru telah tiba, ia dipanggil untuk ”meninggalkan” ayah dan
ibunya. Mengapa? Karena TUHANitu berperkarakepada keluarga demi keluarga.Seorang laki-laki dewasa dipanggil untuk mandiri
secara mental dan ekonomiagar ia dapat
menjadi seorang kepala keluarga yang dipimpinnya.
Semuadari merekayang menjadi ayah atau ibu dari anak-anak, akan melewati sebuah musim
kehidupan dimana anak yang sebelumnya bertahun-tahun bersama mereka, tiba tiba
"meninggalkan " mereka. Namun itulah hukum kehidupan, saat itu sebuah
polayang baru telah tiba. Seorang anak
tetap dipanggil untuk mengasihi dan hormat kepada orang tuanya, namun ia tidak
bergantung lagi kepada orang tuanya.
Penutup
Sesuai dengan hakekat TUHAN yang penuh kasih, sesungguhnya Ia menyediakan
masa depan yang penuh pengharapan kepada setiap anak manusia.
Sebab Aku ini
mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah
firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan,
untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
(Yeremia 29:11)
Ketika ketiga elemen kehidupan,Seed-Soil-Seasondigenapi dalam kehidupan ini,
selanjutnya dalam naungan kasih
karuniaNya, maka keberhasilan dan kelimpahan telah disediakan bagi setiap anak
manusia oleh Sang Khalik yang penuh rakhmat.