|
|
|
|
Perubahan tiba-tiba – Siapkah kita melewatinya ? --( Bag. 1 )-- Hidup bagaikan cuaca ditengah sebuah
musim, sebuah perubahan yang tiba-tiba dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa diduga
sebelumnya. Dibutuhkan hikmat dan pengertian agar dapat melewatinya tanpa tersandung olehnya (Joshua Guana Tandjung)
Sebuah
perubahan yang tiba-tiba Jadi sekarang,
hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke Ketika saya berkunjung ke rumah sanak
famili di Florida USA, saya melihat betapa pentingnya memperhatikan ramalan dan laporan cuaca setiap hari. Hidup bagaikan musim yang mengalami
pergantian, namun hidup juga bagaikan cuaca yang dapat mengalami perubahan secara
mendadak. Oleh sebab itu dibutuhkan
hikmat dan pengertian untuk melewatinya tanpa harus tersandung oleh
perubahan tersebut. Hari-hari ini seluruh Media sedang meliput drama penahanan pimpinan non aktif Pak Bibit dan Pak Chandra. Sebuah gelombang protes dan tuntutan
masyarakat dan terbukanya rekaman percakapan rahasia telah membalik keadaan. Kehancuran dan kerusakan pada umumnya memang terjadi secara bertahap, seringkali
mereka yang hidup dalam dosa pada umumnya tidak melihat akibatnya saat itu juga. Seperti halnya mereka yang memiliki pola
makan sembarangan tidak langsung mengalami kerusakan pada tubuhnya. Namun racun
yang diakibatkan pola makan yang tidak sehat akan menumpuk dan ketika sampai di
ambang batas, sebuah kelumpuhan bahkan kematian dapat terjadi secara tiba-tiba. Sebuah kehancuran yang tiba-tiba dapat terjadi tanpa terduga, ketika mereka
yang telah berkali-kali ditegur dan diperingatkan namun tetap menolak kembali
kepada kebenaran dan menghargai . Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong
diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi. (Amsal 29:1) Kisah-kisah dalam alkitab menceritakan tentang malapetaka dan kehancuran
yang dapat hadir dalam kehidupan seseorang secara tiba-tiba tanpa terduga.
Namun bagi mereka yang tinggal dalam perlindungan-Nya,
akan dapat melewatinya bahkan semakin naik dan bercahaya.Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah
terang sampai rembang tengah hari. (Amsal 4:18)
Kisah Yusuf -
Perubahan tiba-tiba beberapa kali Yusuf adalah anak kesayangan ayahnya, Yakub ayahnya mengasihi Yusuf
melebihi anak-anak lainnya. Yakub, sang ayah, adalah seorang yang diberkati hidupnya oleh TUHAN,
sehingga Yusuf yang bertumbuh dengan
kasih dari sang ayah, menikmati sebuah kehidupan yang menyenangkan. Namun perlakuan istimewa sang ayah membuat Yusuf dibenci oleh saudara
saudaranya . Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka
pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. (Kejadian 37:23-24) Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir. (Kejadian 37:28) Kehidupan Yusuf adalah kehidupan
yang nyaman. Ia adalah seorang anak kesayangan bapanya, hidup dengan
fasilitas dan perlakuan khusus dari
ayahnya yang secara ekonomi
berkelimpahan. Sebuah perubahan yang sebenarnya menghancurkan seluruh masa depannya, namun
hal itu tidak terjadi sebab TUHAN
menyertai Yusuf. Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. (Kejadian 39:1-2) Disana ia mampu ”merintis kariernya” menjadi orang kepercayaan dari
seorang pejabat Mesir – Potifar, seluruh urusan rumah Potifar dipercayakan
kepadanya. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih
setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. (Kejadian 39:21-22) Waktupun berjalan, kejadian demi kejadian dilewatinya, Yusuf melewati
kehidupan tanpa masa depan. Seorang budak yang
tidak memiliki status dan hal dan harus meringkuk dalam penjara. Namun sebuah
peristiwa di negeri itu telah menjadi
pintu terbuka bagi Yusuf keluar dari keadaan tersebut. Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah
memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal
budi dan bijaksana seperti engkau". (Kejadian 41:39) Saat itu juga Firaun memutuskan untuk mengangkat menjadi penguasa atas Mesir sebagai
kepanjangan tangannya. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada
perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari
padamu." Setelah ia mengalami dua kali
perubahan yang ”menghancurkan” hidupnya secara tiba-tiba, dijual sebagai budak
dan terdampar di negeri Mesir lalu difitnah dan dijebloskan ke dalam penjara
bawah tanah. (bersambung)
Set sebagai favorit
Bookmark
Hits: 143 Komentar (0)
![]() Tulis komentar
Anda harus login sebelum menulis komentar. Silahkan daftar jika anda belum mempunyai keanggotaan.
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|













