Chatting

Konselor 1:
Konselor 2:
Konselor 3:
Admin:

Login

Tidak ada anggota yang online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini76
mod_vvisit_counterKemarin98
mod_vvisit_counterMinggu Ini260
mod_vvisit_counterBulan Ini668
mod_vvisit_counterSeluruhnya26952

Newsletter

Dapatkan renungan Firman Tuhan dan artikel lainnya dari kami dengan berlangganan newsletter. GRATIS!






Rasa bersalah karena selingkuh PDF Cetak E-mail
 

Rasa Bersalah Karena Selingkuh




Tak bisa dipungkiri, seseorang yang berselingkuh dari pasangannya akan dihantui perasaan bersalah. Namun, seberapa besar kadar perasaan bersalah rupanya berkaitan erat dengan jenis perselingkuhan yang dilakukan dan juga jenis kelamin. Hasil penelitian sebelumnya menyatakan, lelaki merasa bersalah jika jatuh cinta dengan orang lain, sedangkan perempuan merasa bersalah atas perselingkuhan seksualnya. Namun penelitian terbaru di Toronto, Kanada, menemukan hasil yang bertentangan dengan penelitian lama.


 

Dengan menganalisa sebanyak 130 orang partisipan di Toronto, peneliti membuktikan bahwa lelaki ternyata lebih merasa bersalah setelah melakukan perselingkuhan seksual, sedangkan perempuan dihantui perasaan bersalah seusai perselingkuhan yang bersifat emosional. Demikian keterangan yang dikutip dari Livescience, Senin (18/5/09).

Partisipan diminta untuk membayangkan seandainya mereka tertarik dengan seseorang, selain pasangannya. Dalam riset ini partisipan diminta memikirkan tentang masa lalu, sekarang, dan harapan yang ingin mereka gapai di masa depan mengenai hubungan cinta mereka.

 

Sementara itu, untuk mengetahui faktor mana yang lebih menyebabkan perasaan bersalah, partisipan harus mengisi daftar pertanyaan yang berisi enam dilema yang muncul saat berselingkuh. Masing-masing pilihan dilengkapi dengan satu pilihan dilema karena faktor emosional dan juga faktor seksualitas.

 

Rupanya, rata-rata perilaku berselingkuh pada lelaki banyak dipengaruhi kebutuhan biologis, sehingga mereka memercayai hubungannya lebih bersifat seksual. Sedangkan perempuan, cenderung terdorong oleh kebutuhan untuk mencintai dan dicintai, serta loyalitas dalam suatu hubungan. Sehingga ketika berselingkuh, perempuan lebih merasakan nilai emosional.

 

Riset ini juga mengungkapkan bahwa perempuan lebih berpeluang meninggalkan <!--[if !vml]--><!--[endif]-->pasangannya jika terbukti dia berselingkuh, dibandingkan dengan dengan pria.

 

Baik pria maupun wanita memiliki potensi yang sama untuk jatuh dalam perselingkuhan, untuk itu suami istri harus saling menjaga dan mengingatkan. Tidak peduli siapapun Anda, tidak seorangpun yang kebal dengan masalah yang satu ini.


Sumber: Okezone/VM



Salam Kehidupan...



 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >