Chatting

Konselor 1:
Konselor 2:
Konselor 3:
Admin:

Login

Tidak ada anggota yang online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini0
mod_vvisit_counterKemarin61
mod_vvisit_counterMinggu Ini0
mod_vvisit_counterBulan Ini408
mod_vvisit_counterSeluruhnya26693

Newsletter

Dapatkan renungan Firman Tuhan dan artikel lainnya dari kami dengan berlangganan newsletter. GRATIS!






PDF Cetak E-mail

Hidup Butuh Charger

(by. Okta Frida Simamora)

 

Sahabat kehidupan, beberapa waktu yang lampau saya pernah melayani seorang bpk berinisial “F” yang berdomisili di Bali denpasar, Bpk “F” menggembalakan sebuah gereja yang ada di BALI, disamping itu Bpk "F" juga memiliki restoran di Bali.

Suatu hari Bpk "F" berkunjung ke Surabaya dan mendengar kan iklan Call Center Suara Kehidupan, awalnya Bpk "F" coba-coba untuk telpon dan enggan untuk sharing, secara Bpk "F" adalah seorang pendeta. Namun akhirnya Bpk "F" menceritakan yang menjadi keluh kesahnya kepada Call Center. Bpk "F" merasa Tuhan tidak memandang kehidupannya, Tuhan itu kerasa jauh banget dan Tuhan tidak adil. Namun Bpk "F" tidak menunjukkan kebingungannya terhadap istrinya, takut kalo iman istrinya terhadap Tuhan menjadi goyah. Restoran yang dimiliki Bpk "F" sangat menurun sekali incomenya, sehingga Bpk "F" merasa Tuhan tidak turut campur tangan didalam bisnisnya. Sementara didalam pelayanan gerejanya banyak harga yang sudah dibayarnya, salah satunya Bpk "F" berkorban untuk menyediakan segala sesuatu apa yang menjadi kebutuhan gereja secara fasilitas sarana dan prasarana, dan Bpk "F" heran kenapa orang yang tidak mengenal Tuhan diberkati Tuhan luar biasa bisnis yang dijalaninya.

Kalo dari pengetahuan firman Bpk "F" sangat cukup, namun ada satu titik stagnan yang akhirnya dia butuh pemahaman tentang Tuhan yang bener, sehingga sekalipun Bpk "F" menjalani padang gurun, Bpk "F" tetap mengerti maksud dan rencana Tuhan dan tetap mengucap syukur.

Setelah kami sharing, Bpk "F" menyadari bahwa sekalipun Bpk "F" seorang pendeta, Bpk "F" butuh di charge ibarat HP yang low bat. Dan Bpk "F" butuh peneguhan apakah bisnis restorannya dilanjutkan atau focus hanya kepada pelayanannya yang di gereja. Dan setelah beberapa bulan kemudian, puji Tuhan Bpk "F" akhirnya sudah menemukan suatu peneguhan, Bpk "F" tetap menjalankan usahanya untuk mendukung pelayanannya, dan Bpk "F" sudah sepenuhnya mengandalkan Tuhan didalam bisnis dan pelayanannya.

Dari cerita diatas ada beberapa hal yang penting kita petik tentang sesuatu pembelajaran dalam kehidupan kita.

  1. Bahwa seorang istri harus dilibatkan dalam masalah seberat apapun, supaya bisa saling mendukung dalam doa, sehingga suami tetap kuat.
  2. Dan jgn hanya sekedar tau Tuhan, tapi kenallah Tuhan dengan baik, sehingga sekalipun masalah datang kita bisa memiliki sikap hati yang bener dalam menghadapi masalah
  3. Sekalipun kita memiliki jabatan tertinggi di gereja, hal itu tidak menjadi jaminan kita kebal terhadap masalah dan dosa, jadi perlu mengadakan evaluasi terus  di hadapan Tuhan day to day..

SALAM KEHIDUPAN… :)

 
Berikutnya >