Hidup Butuh Charger
(by. Okta Frida Simamora)
Sahabat
kehidupan, beberapa waktu yang lampau saya pernah melayani seorang bpk
berinisial “F” yang berdomisili di Bali denpasar, Bpk “F” menggembalakan sebuah
gereja yang ada di BALI, disamping itu Bpk "F" juga memiliki
restoran di Bali.
Suatu hari Bpk
"F" berkunjung ke Surabaya dan
mendengar kan
iklan Call Center Suara Kehidupan, awalnya Bpk "F" coba-coba untuk
telpon dan enggan untuk sharing, secara Bpk "F" adalah seorang
pendeta. Namun akhirnya Bpk "F" menceritakan yang menjadi keluh kesahnya kepada Call Center.
Bpk "F" merasa Tuhan tidak memandang kehidupannya, Tuhan itu kerasa
jauh banget dan Tuhan tidak adil. Namun Bpk "F" tidak menunjukkan
kebingungannya terhadap istrinya, takut kalo iman istrinya terhadap Tuhan
menjadi goyah. Restoran yang dimiliki Bpk "F" sangat menurun sekali incomenya, sehingga Bpk
"F" merasa Tuhan tidak turut campur tangan didalam bisnisnya.
Sementara didalam pelayanan gerejanya banyak harga yang sudah dibayarnya, salah
satunya Bpk "F" berkorban untuk menyediakan segala sesuatu apa yang
menjadi kebutuhan gereja secara fasilitas sarana dan prasarana, dan Bpk
"F" heran kenapa orang yang tidak mengenal Tuhan diberkati Tuhan luar
biasa bisnis yang dijalaninya.
Kalo dari
pengetahuan firman Bpk "F" sangat cukup, namun ada satu titik stagnan
yang akhirnya dia butuh pemahaman tentang Tuhan yang bener, sehingga sekalipun
Bpk "F" menjalani padang
gurun, Bpk "F" tetap mengerti maksud dan rencana Tuhan dan tetap
mengucap syukur.
Setelah kami
sharing, Bpk "F" menyadari bahwa sekalipun Bpk "F" seorang
pendeta, Bpk "F" butuh di charge ibarat HP yang low bat. Dan Bpk
"F" butuh peneguhan apakah bisnis restorannya dilanjutkan atau focus
hanya kepada pelayanannya yang di gereja. Dan setelah beberapa bulan
kemudian, puji Tuhan Bpk "F" akhirnya sudah menemukan suatu
peneguhan, Bpk "F" tetap menjalankan usahanya untuk mendukung
pelayanannya, dan Bpk "F" sudah sepenuhnya mengandalkan Tuhan didalam
bisnis dan pelayanannya.
Dari cerita
diatas ada beberapa hal yang penting kita petik tentang sesuatu pembelajaran
dalam kehidupan kita.
- Bahwa seorang istri harus dilibatkan dalam masalah
seberat apapun, supaya bisa saling mendukung dalam doa, sehingga suami
tetap kuat.
- Dan jgn hanya sekedar tau Tuhan, tapi kenallah Tuhan
dengan baik, sehingga sekalipun masalah datang kita bisa memiliki sikap
hati yang bener dalam menghadapi masalah
- Sekalipun kita memiliki jabatan tertinggi di gereja,
hal itu tidak menjadi jaminan kita kebal terhadap masalah dan dosa, jadi
perlu mengadakan evaluasi terus di
hadapan Tuhan day to day..
SALAM KEHIDUPAN… :)