Hidup dengan sebuah tujuan, berarti adalah hidup dengan sebuah arti. Oleh sebab itu
hidup tanpa penyesalan adalah hidup dengan sebuah tujuan. Ketika kita tidak
menemukan tujuan dalam hidup kita, maka kita akan menjalani hidup dengan
sesuatu yang serba asal-asalan.
Di dunia ini ada seseorang yang hanya menjabat jabatan
Presiden hanya selama 1 hari. Dia adalah DAVID RICE ATCHISON. Beliau adalah Presiden AS
(sementara) yang menjabat hanya 1 hari pada tahun 1849. Saat itu Presiden AS
terpilih, yaitu Zachary Taylor menolak untuk diambil sumpahnya pada hari
Minggu. Sementara itu, Presiden sebelumnya, James K. Polk telah meletakkan
jabatannya pada hari Sabtu tersebut. Sehingga ada kekosongan kursi Presiden
pada hari Minggu, 4 Maret 1849.
Untuk mengatasi hal itu Senat “terpaksa” melantik calon
Presiden kedua, yaitu David Rice Atchison. Pertanyaannya, apa yang dilakukan
oleh David R. Atchison selama 1 hari itu? Apakah dia melakukan perubahan besar?
Karena kelelahan sehabis menyelesaikan urusan di Kongres
pada akhir pemerintahan Polk, maka ia pulang dan langsung tidur. Ia
menghabiskan waktu di hari Minggu itu - sebagai presiden – di tempat tidur….
Berapa banyak dari kita kehilangan kesempatan yang Tuhan
berikan kepada kita, hanya karena kita tidak menggunakannya dengan
sebaik-baiknya? Ketika kita kehilangan tujuan untuk hidup, kita tidak pernah
membuat hidup ini berarti.
Hidup dengan tujuan adalah sebuah kehidupan dengan sebuah keyakinan. Ketika Simeon,
maupun Hana, memiliki tujuan dalam hidup, mereka menjalani sebuah kehidupan
yang tidak biasa, bahkan sangat tidak masuk akal. Simeon menantikan
keselamatan, Hana meninggalkan masa muda hanya demi sebuah keyakinan! Keyakinan
inilah yang membuat mereka menjalani sebuah gaya hidup yang tidak dimiliki oleh banyak
orang. Keyakinanlah yang akan membuat kita menjalani hidup sesulit apapun,
tanpa menyerah. Keyakinanlah yang membuat kita tidak pernah menyesal dengan apa
yang sudah kita lalui.
2. Hidup Tanpa
Penyesalan Adalah Hidup Dengan Sebuah Pilihan Yang Lebih Baik
Hidup
adalah sebuah pilihan, hidup tanpa penyesalan adalah hidup dengan sebuah
pilihan yang lebih baik.
Sebab tidak ada seorang pun di antara kita
yang hidup untuk
dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.
Roma 14:7
Alkisah hiduplah seorang pria bernama Yan Hui. Yan Hui
adalah murid kesayangan Konfusius yang suka belajar dan sifatnya baik.
Pada suatu kali ketika Yan Hui sedang bertugas, dia
melihat satu toko kain sedang dikerumuni banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual
kain sedang berdebat.
Pembeli berteriak: “3 x 8 = 23,
kenapa kamu bilang 24?”
Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “Sobat, 3 x 8
= 24, tidak usah diperdebatkan lagi.”
Pembeli kain itu merasa tidak senang karena dikritik oleh
Yan Hui itupun berkata: “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun minta pendapat, mesti
minta ke Konfusius. Benar atau salah, hanya Konfusius-lah yang berhak
mengatakannya.”
Yan Hui: “Baik, jika Konfusius bilang kamu salah,
bagaimana?”
Pembeli
kain: “Kalau Konfusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau
kamu yang salah, bagaimana?”
Yan Hui:
“Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.”
Keduanya
sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Konfusius.
Setelah Konfusius tahu duduk persoalannya, Konfusius
berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: “3 x 8 = 23. Yan Hui, kamu kalah.
Kasihkan jabatanmu kepada dia.”
Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya.
Ketika mendengar Konfusius bilang dia salah, diturunkan nya topi-nya lalu dia
berikan kepada pembeli kain.
Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.
Walaupun Yan Hui menerima penilaian Konfusius tapi hatinya
tidak sependapat. Dia merasa Konfusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak
mau lagi belajar darinya.
Konfusius yang tahu isi hati Yan Hui, malah berkata:
“Cobalah kamu pikir, ketika guru bilang 3 x 8 = 23 adalah benar, kamu kalah dan
kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3 x 8 = 24 adalah benar, si
pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau
kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?”
Seringkali kita bertaruh untuk memenangkan apa yang kita
anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting. Banyak
hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian untuk
prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat. Banyak
hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat
adalah kebaikan bagi semua orang.
Sama halnya dalam rumah tangga, seringkali kita melihat
banyak persoalan rumah tangga sebagai menang atau kalah, benar atau salah,
tanpa melihat bahwa seringkali hal tersebut justru membuat hubungan keluarga
justru semakin rusak, sehingga tidak ada yang menang justru semuanya hancur dan
rusak (kalah). Inilah yang dikatakan oleh Amsal 14:1,
“Perempuan yang bijak
mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya
sendiri.”
3. Hidup Tanpa
Penyesalan Adalah Hidup Bersama Tuhan
Ketika
Simeon bertemu Yesus (bayi), dia menemukan segala sesuatu yang dia cari dalam
hidup ini. Ketika Simeon bertemu dengan Yesus, dia menemukan kepuasan dan
kebahagiaan dalam kehidupan ini.
Hidup ini
sebenarnya adalah pencarian akan Tuhan.
Ketika
Tuhan Yesus akan ditangkap di taman Getsemani, Dia sempat menanyakan sebuah
pertanyaan yang bersifat profetik,
Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret."
Jawab Yesus: "Telah Kukatakan
kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini
pergi."
Yohanes
18:7-8
Siapakah yang dicari dunia ini? Siapakah yang kita cari
untuk menemukan kekuatan? Siapakah yang kita cari untuk mengisi kekosongan hidup ini? Siapakah
yang dunia cari untuk membuat hidup ini berarti? Siapakah yang kamu cari? Siapa
yang Anda cari ketika hidup tidak memberi jaminan? Siapa yang Anda cari ketika
semua kehidupan-mu bagaikan gunung yang runtuh? Siapa yang Anda cari ketika
airmata kepedihan, kepahitan dan kepedihan menghiasi wajahmu?
Dan
mereka menjawab, “Yesus dari Nazareth.”
Hidup
tanpa penyesalan adalah kehidupan yang sudah bertemu, menemukan dan memiliki
Yesus kristus dalam hidup ini!!!
Salam Kehidupan.... :)..