Dapatkan renungan Firman Tuhan dan artikel lainnya dari kami dengan berlangganan newsletter. GRATIS!
Beginilah Kesetiaan dan
Keajaiban
Cinta Bangau
Jika
Anda ragu pada pasangan, ada baiknya mulai belajar pada kesetiaan dan cinta pasangan bangau ini. Meski istrinya tak bisa terbang lagi, pasangannya tetap
kembali padanya. Bangau jantan pun mau mengambil alih tugas pasangannya yang
terluka itu.
Seorang dokter
hewan menyelamatkan seekor bangau betina yang tertembak pemburu di Kroasia,
yang akan diberi nomor penanda untuk mengukur kesetiaan pasangannya.
Para dokter hewan sudah tahu bahwa bangau
betina yang diberi nama Malena itu tidak akan pernah bisa terbang lagi. Ia
diletakkan kembali di sarangnya dan dikira ia tidak akan bertahan pada musim
dingin.
Ketika itu, pasangannya, bangau jantan bernama Rodan, terbang ke selatan dengan
anak-anaknya dan bangau muda lainnya. Malena diprediksi akan mati pada akhirnya
dan Rodan tentu saja tak akan pernah kawin lagi.
Tapi prediksi para dokter terbukti salah setelah keluarga Vokic membantu
memberi makan pada Malena di sarangnya dan ia berhasil melalui bulan-bulan
musim dingin yang panjang dan akhirnya selamat.
Dan bahkan lebih menakjubkan lagi, Rodan kembali setiap tahun untuk kawin
dengan pasangannya itu.
Setiap tahun Rodan melintasi jarak 13.000 kilometer ke Afrika Selatan untuk
menghabiskan musim dingin yang hangat dan kemudian menempuh jarak yang sama
kembali untuk menemui kekasihnya yang terluka.
Seorang warga lokal berkata: “Dia ditembak pada tahun 1993 oleh orang Italia
tetapi dia tidak mati dan diserahkan kepada dokter hewan kita. Dia
menyelamatkan hidupnya, tetapi lumpuh dan telah kehilangan kemampuan terbang.
Kerusakannya terlalu parah.”
"Kekasihnya menakjubkan! Tahun ini ketika ia tiba dari Afrika Selatan di
mana dia menghabiskan musim dingin, meskipun fakta bahwa ia telah berkelana
13.000 kilometer, ia segera bercinta dengan Malena,” katanya.
"Jelas mereka senang bertemu satu sama lain. Karena ia tidak bisa terbang,
Rodan mengajarkan anak-anak kecil untuk terbang dan menyertai mereka ke selatan
setiap musim."
Salam Kehidupan... :)...
Sumber : TEMPO Interaktif,
Kraosia ( Minggu, 28 Maret 2010 | 10:32 WIB)