Dapatkan renungan Firman Tuhan dan artikel lainnya dari kami dengan berlangganan newsletter. GRATIS!
MENGENAL TUHAN (1)
Mengenal TUHAN bukanlah mempelajari TUHAN
sebagai objek, melainkan mengalami perjumpaan dengan pribadi-Nya, menyediakan
diri untuk masuk dalam persekutuan kasih-Nya serta belajar untuk mengenal
pikiran-Nya, hati-Nya serta keberadaan-Nya (Joshua
Guana Tandjung)
Apakah hidup yang kekal ?
Apabila umat Tuhan ditanya, apakah hidup yang
kekal itu?Sebagian besar akan
menjawab, “Percayalah kepada Yesus dan kita memperoleh hidup yang kekal”
Namunimankepada Tuhan tidak berhenti
dalam pengertian yang sempit,sebab
percaya yang benar akan membawa kita masuk dalam sebuah persekutuan kasihdalam roh dengan TUHAN.
Sebuah kebenaran yang disampaikan oleh Tuhan
Yesus dalam doa pribadiNya kepada Bapa mengajarkan bahwa Hidup yang kekal
adalah mengenal Dia !.
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang
hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang
telah Engkau berikan kepada-Nya.
Inilah hidup yang kekal itu,
yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal
Yesus Kristus yang telah Engkau utus. - Eternal life is to know you, the only
true God, and to know Jesus Christ, the one you sent.
(Yohanes
17:2-3)
Rasul Paulus bagaikan seorangyang menemukan harta kehidupan, yang membuatnya rela melepas
semua posisi dan kehormatan yang ia miliki sebagai seorang ahli Taurat.
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap
rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan
akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena
Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku
memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri
karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan
kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
(Filipi 3:7-9)
Pengenalan akan Kristus Yesus adalah harta yang mulia, sekali lagi ia
menegaskan apa yang menjadi hakekat dari seluruh misi pelayanannya.
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan
persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,supaya
aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. (Filipi 3:10-11)
Bagaimana mengenal-Nya ?
Untuk mengenal-Nya, kita perlu memahami keberadaan Tuhan Allah itu
sendiri, sehingga kita boleh mendekatkan diri dihadapanNya dan memahami hati
dan pikiran-Nya
Rasul Paulus diakhir kitab Roma mengutip salah satu syair Firman Tuhan
yang memberitahukan keberadaan Tuhan sendiri.
O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak
terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah
menjadi penasihat-Nya?
Atau siapakah yang pernah
memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya. Sebab segala
sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan
sampai selama-lamanya ! (Roma 12:33-36)
Sebuah statement yang menegaskan bahwa ”Siapakah
yang memahami pikiran-Nya ?” Mereka
yang mengenal TUHANadalah mereka yang belajar
memahami pikiran TUHAN.
Daudadalah
orang yang memahami dan mengerti hati Tuhan yang menyebabkan ia menjadi orang
yang berkenan kepada Tuhan.
Setelah Saul disingkirkan,
Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan:
Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku (man
after my own heart) dan yang melakukan segala kehendak-Ku.
(Kisah 13:22)
Untuk mengenal Dia, kita perlu memahami
pikiran-Nya, namun juga hati-Nyayang
tidak dapat dilupakan adalah memahami keberadaanNya. TUHAN Alllah itu adalah Roh, mereka yang ingin
mengenal dan menyembah-Nyaharus
menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran.
Allah itu Roh dan barangsiapa
menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yohanes
4 : 24)
Selenjutnya kita akan belajar melihat bagaimana
sifat, hati dan pikiran Tuhan melalui Firman-Nya. Saya ingin membagi keberadaan-Nya dalam 3 (tiga) hal yang utama, semoga ”keping
kebenaran”membawa kita untuk
melangkah bersama Roh Kudus menyertai, memulihkan maupun merubah kehidupan.
God is Light
TUHAN itu Terang, artinyaDia itu kebenaran, kita tidak dapat
menyembunyikan sesuatu yang kotor dan najis apabila kita inginberjalan dengan Dia.
Dalam Dia ada hidup dan hidup
itu adalah terang manusia.Terang itu bercahaya di dalam
kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. (Yohanes 1:4-5)
Apabila kita ingin berjalan dengan Dia, kita harus
bersedia dikuduskan dan ditahirkan. Tuhan mensyaratkan kita tidak boleh mendua
hati, mereka yang mengasihi dunia (world) dengan segala kelimpahan-Nya maka kasih
akan Bapa (the love of God) tidak ada pada orang tersebut.
Orang yang demikian janganlah
mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua
hati tidak akan tenang dalam hidupnya. (Yakobus 1:7-8)
Itulah sebabnya TUHAN tidak berkenan kepada mereka
yang mengasihi anak-anak kita dan membawa mereka untuk menyelesaikan tugas
Tuhan.
Janganlah kamu mengasihi dunia
dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan
Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu
keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal
dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan
keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.(1 Yohanes 2:15-17)
Pemazmur sempat menanyakan Tuhan, Mazmur Daud. TUHANlah yang empunya bumi serta
segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan
menegakkannya di atas sungai-sungai:"Siapakah yang boleh naik ke atas
gunung TUHAN? Siapakah
yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
"Orang yang bersih tangannya dan murni
hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak
bersumpah palsu".(Mazmur 224:1-4)
Mereka yang melayani TUHAN harus hidup dalam
kebenaran melalui iman dan menjaga pakaiannya tetap bersih.
Tetapi di Sardis ada beberapa
orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam
pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.
(Wahyu 3:4)
Imam besar Yosua, ia seorang pelayan yang setia,
namun ternyata pakaiannya kotor.
Adapun Yosua mengenakan
pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu,yang memberikan perintah
kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu
dari padanya." Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat, dengan ini aku
telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian
pesta." Kemudian ia berkata:
"Taruhlah serban tahir pada kepalanya!" Maka mereka menaruh serban
tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN
berdiri di situ (Zakharia 3:3-4)
Nabi Yesaya adalah seorang Nabi yang telah dipakai
Tuhan untuk mengingatkanbangsa Israel,
namun ketika ia berjumpa secara langsung dengan Tuhan,baru ia menyadari ketidak tahirannya.
Lalu kataku: "Celakalah
aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di
tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja,
yakni TUHAN semesta alam." (Yesaya 6:5)
Padahal ia telah membawakan pesan nubuatan di pasal
1-5, namun ia sendiri ternyata tidak tahir bibirnya. Mereka yang rindu mengenal dan berjalan dengan
TUHAN, harus hidup dalam terang senantiasa.